Mereka memang sudah biasa datang dini hari,dan pak Jono pun tidak pernah menolak tamu2nya datang pada jam berapapun (ada gak ya orang2 seperti pak Jono ..........ada sih tp ngomel dalam hati kali hiks....hiks).Setelah kami duduk,tidak lama kemudian istri pak Jono keluar sambil membawa suguhan buat kami.Banyak sekali cerita2 yg terlontar dari kami(kehidupan,kenakalan,religius bahkan guyonan yg membuat kami tertawa.
Pak Jono adalah seoarang pejuang 45 pada waktu jamannya dan setelah itu dia adalah seorang petani di daerang Malang.Usia beliau kurang lebih 90 tahon pada waktu itu dan beliau masih bercocok tanam (bisa dibayangkan usia segitu masih giat bekerja......apalagi kita yang masih muda2....hehehehhe),sedangkan teman2 seperjuanganya tinggal dikota2 besar(Jakarta,Surabaya Medan dan masih banyak lagi) dan memiliki pangkat yang cukup tinggi.Hari semakin larut dan pembicaraan pun semakin asik tuk didengar dan dicerna.Pak Jono bercerita tentang perjuangannya pada waktu itu,kenakalan-kenakalan pak Jono pun tak luput tuk diceritakan.Akhirnya sampailah pada pembicaraan tentang kehidupan dan religi.Ucapannya cukup sederhana dan tidak membingungkan buat kami yang masih belajar akan hidup.Memo semakin menyimak tanya jawab dari teman2nya,maklum Memo baru pertama kali datang ke tempat pak Jono(selama hidupnya memo ditakdirkan bertemu satu kali) dan dia hanya pendengar setia.Akhirnya Memo pun bertanya tentang pengalamannya dan pembicaraan pun semakin menarik,kami semua tidak merasa ngantuk bah memo masih ada pertanyaan yang dirangkai didalam hatinya.Pertanyaan Memo cukup mendasar dan oarang2 seperti kita pun sering bertanya dalam diri sendiri tentang Yang Maha Besar.Lidah Memo susah bergerak,dia tidak tahu harus bicara seperti apa.Tak lama kemudian sebelum Memo melontarkan pertanyaannya,pak Jono bertutur cukup lembut............
Pak 0Jono :Ya....kalau ada pertanyaan2 yg sifatnya pribadi atau lebih mendalam.....nanti bisa bicara berdua dengan saya...mungkin diantara kita disini ada yang belum bisa mengerti dan nanti akan menjadi salah kaparah dalam pola pikir.
Saat berbicara seperti itu matanya menatap kesemua.Wajah yang bersahaja dan polos pak Jono menyejukan kami semua.Memopun mengucap dalam hati(terimakasih dan mengucap syukur kepada Yang Maha Besar).
Pak Jono :Aku seneng kalian semua masih bisa dateng kesini.....kalian semua aku anggap anak sendiri...walaupun aku tidak mempunyai anak....
Istri Pak Jono :Iya....ibu seneng banget....ini mungkin jalan dari ALLAH SWT...ternyata kami mempunyai anak...
Kamipun semua tersenyum dan tertawa lirih.
Kesejukan pagi hari membuat otak kami jernih...Jiwa kami terbang bersama Ke Agungannya...
Taklama kemudian suara adzan terdengar ...dan kami melakukan ritual bersama-sama.setelah itu kami sarapan pagi dan akhirnya pamit pulang.Kami nginep dirumah temennya Briel yang tak jauh dari rumah pak Jono.Teman Briel adalah salah satu murid yg paling lama dari kami semua,dan masih banyak murid2 pak Jono yang tdk Memo kenal.